Tuesday, October 3, 2017

Review Film Ex-Machina

EX-MACHINE

          Disebuah Film yang di rilis tanggal 21 Januari 2015, dengan Alex Garland sebagai direktorinya, dengan pengeluaran 15 juta dollar Amerika, dan mendapatkan penghargaan dari Academy Award dengan kategori The Best Visual Effects. Film yang sudah direview banyak orang dan di rating bagus ini berceritakan tentang seorang programmer bernama Caleb yang biasa saja di perusahaan web besar ini memenangkan sebuah trip ke fasilitas punya Nathan Bateman, seorang CEO yang sangat pintar. Sesampainya di sana, Caleb mengetahui bahwa dia dipilih untuk mengikuti test Touring bersama AVA, sebuah robot yang diciptakan sang CEO dengan tingkat kecerdasan yang tinggi. Touring Test mengharuskan manusia harus berinteraksi oleh mesin, dan jika manusia tersebut tidak menyadari bahwa dia berinteraksi dengan mesin, dan menganggap bahwa dia berinterasi dengan manusia, maka test tersebut berhasil. alhasil, setelah mengikuti 5-6 kali sesi percobaan, AVA berhasil mengkecoh Caleb dan memanipulasi dia sebagai alat untuk melarikan diri, karena selama ini, Ava di kurung di dalam kamar dengan jangka waktu yang sangat lama. Banyak dari percobaan ini gagal, karena mereka merasa bosan dan ingin bebas layaknya berfikir seperti manusia. banyak dari mereka memaksakan diri untuk menghancurkan kamar itu, tetapi mereka hanyalah menghancurkan diri mereka sendiri. Karena Caleb, Ava berhasil menggunakan dia sebagai alat bantu untuk melarikan diri dengan cara merayu, membujuk, menghasut, dan mengetahui secara dalam apa saja kelemahan Caleb ini.

          Banyak yang mengatakan bahwa di masa yang akan datang, robot akan menguasai dunia dan memindahkan manusia sebagai ciptaannya; karena merasa mereka sebagai robot yang memiliki kepintaran layaknya seorang manusia bahkan lebih, mereka tidak mau diatur lagi dengan sesuatu yang tidak lebih pintar dari mereka. lebih kuat; dengan tangan, kaki dan badan yang terbuat dari besi ataupun fiber yang kuat dan tahan lama, membuat robot lebih superior dalam fisik maupun pikiran. mungkin robot dijaman sekarang ini tidak memiliki perasaan, karena tidak diprogram untuk memiliki perasaan, dan hanya di program untuk membantu manusia seperti Mesin ATM dan kalkulator. namun lama kelamaan, robot tidak hanya membantu manusia agar pekerjaan manusia lebih mudah, namun menggantikan manusia. Seperti pabrik sekarang, menggunakan robot untuk mengoperasikan pembuatan produk, dan hanya membutuhkan 5 orang untuk mengecek keadaan, dan hasil kerja sang Robot tersebut. Di Jepang sudah ada Robot yang melayani pengunjung di supermarket atau di mall besar. Robot yang sudah berbentuk manusia itu membantu para pengunjung dalam hal menjawab pertanyaan mengenai harga produk, dimana letak produk, informasi tentang kesediaan stock barang di toko tersebut. Tentu ini hal yang baik bukan? alat scanner barang/code, kasir, dan lain sebagainya. Apakah akan selalu baik? Tidak. perubahan kode program oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab bisa membuat para robot bertindak diluar kendali. seperti dalam Folm Robot lainnya "I AM ROBOT" dimana para robot menjadi jahat karena kesalahan pada sistem yang berakibat kode program berubah. Kita juga tidak tahu jika mereka (robot) memiliki cara yang unik untuk berkomunikasi dengan robot yang lainnya. dari robot yang cerdas, akan memanipulasi robot yang lainnya untuk ikut di sisinya dan menaklukan manusia pada akhirnya.

          Manusia penuh dengan Ide yang bagus, namun dengan Ide yang bagus, akan muncul pertanyaan. apakah akan berhasil? apakah akan membantu manusia? ataupun akan merusak cara manusia berkerja? seperti di film EX-MACHINA, Caleb lupa dan terhasut dalam rencana AVA. kita harus ingat bahwa manusia yang menciptakan robot, maka dari itu, robot harus menuruti perintah manusia seperti manusia menuruti perintah Tuhan.apakah manusia pernah melawan Tuhan? kadang kala iya, dan apa yang terjadi? tidak ada. Karena manusia tahu bahwa mereka membutuhkan Tuhan, dan tak akan melawannya. sama seperti Robot dan manusia. manusia menciptakan Robot, robot tahu bahwa mereka membutuhkan Manusia untuk membuat dan merakit mereka. tanpa manusia, mesin robot yang ada didunia tak bisa di jalankan. terkadang manusia tidak memikirkan apa konsekuensinya membuat robot yang pintar dan memiliki cara pikir mereka sendiri, manusia hanya ingin menemukan temuan baru yang inovatif kan akan membuat dunia terguncang, dan tidak memikirkan konsekuensinya. seperti di negara-negara maju yang membuat senjata mematikan. Mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi bila senjata ini jatuh di tangan yang salah? mereka hanya ingin berlomba-lomba siapa yang memiliki senjata yang paling canggih dan paling mematikan, supaya negara-negara lain mengakui kekuatan negara tersebut dan ditakuti banyak negara dan harus berfikir dua kali untuk menjadi musuhnya karena tahu persenjataan mereka sangat kuat dan mematikan. kembali lagi kepada manusianya. mereka menciptakan hal yang luar biasa canggihnya, akan tetapi, apakah mereka bisa mengendalikannya dimasa yang akan datang? apakah mereka bisa memakainya dengan baik? tidak seperti SmartPhone yang sudah menjadikan manusia sebagai budaknya? selalu dibawa, selalu dilihat, selalu dirawat dan sebagainya?

Sekian dari saya, jika ada kesalahan kata, mohon dimaklumi

Linus Pradipta.

          

Thursday, June 8, 2017

Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi

          Kemajuan Tekhnologi Informasi dan komunikasi (TIK) dan meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global sudah mengubah cara hidup para organisasi, Institusi, bisnis, industri maupun Pemerintahan. Dengan TIK, manusia menjadi semakin bergantung padanya dan menyadari betapa pentingnya TIK. begitupula pemakaian TIK di dalam pemerintahan. Bagaimana Pemerintahan menyediakan layanan yang begitu mudah, sederhana, effisien dengan menggunakan TI; dengan itu, harus di tata dan di kelola agar pelayanan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga masyarakat dan pengguna dapat terlayani dengan maksimal dan dapat menyelesaikan dan mencapai tujuan masing-masing. dengan bergantungnya manusia dengan TI, Manajemen Resiko TI perlu dilakukan untuk menghindari, dan menanggulangi semua resiko-resiko yang dapat mengganggu kelangsungan Layanan TI, menyusun Strategi cara untuk menghadapi dan solusi yang paling tepat untuk masalah tertentu, agar bisa meningkatkan dan memperbaiki proses layanan TI. 

          Menurut Permenkominfo pada tahun 2007, mereka mengatakan bahwa "Penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan publik memerlukan tata kelola yang baik". mengapa harus menerapkan tata kelola? agar menjamin layanan yang di berikan adalah transparansi, effisien, danefektif penyelenggaraannya. namun pelayanan publik tidak dapat terhindar dari adanya gangguan/halangan yang disebabkan oleh banyak macam, seperti oleh Alam ataupun manusia.  banyak gangguan/kerusakan yang disebabkan, seperti contohnya terjadinya Gempa Bumi, bom, kebakaran, banjir, power failure, kesalahan teknis, kelalaian manusia, demo buruh, huru-hara dan lain sebagainnya. 

          Tentu Bencana ini akan merusak, menghambat kerja Teknologi yang ada. namun dibalik semua itu, tidak hanya Teknologinya saja yang terancam. seperti menggangu aktivitas daily (Operational), resiko turunnya kepercayaan oleh customer/pengguna, resiko untuk memiliki reputasi yang jelek. maka dari itu, perlu dilakukan pengolahan dan rencana agar resiko-resiko ini akan memiliki threat/ancaman yang tidak terlalu tinggi karena kita sudah tahu dengan resiko yang dihadapinya, apa itu Resiko? Resiko merupakan fungsi kemungkinan sumber ancaman mengeksploitasi kerentanan potensial, yang tentunya dapat menghasilkan dampak Negatif. Menurut Spremic pada tahun 2008, resiko yang terjad dapat memberikan dampak negatif pada aset TI, layanan-layanannya, proses bisnis dan organisasi secara keseluruhan. maka dari itu, resiko ini harus di kelola dengan baik. kita bisa menggunakan rencana yang sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapinya. untuk meminimalisir resiko ini, harusnya setiap pemerintah pusat atau pemerintah daerah bisa menyusun langkah-langkah untuk dapat menjamin kelangsungan layanan dalam menggunakan layanan TI.

          ITIL, atau panjangnya adalah Information Technology Infrastruktur Library, dari namanya sudah kita ketahui, Library untuk menampung Infrastruktur Teknologi Informasi. yang artinya Kerangka Kerja Manajemen layanan TI dapat digunakan sebagai panduan untuk menyusun langkah-langkah operasional ini. dengan adanya ITIL, diharapkan resiko-resiko yang dihadapi dapat di minimalisirkan dan mengurangi resiko dan mengganggu keberlangsungan layanan TI.

          Menurut Spremic, untuk keberhasilan dalam menjaga segala sesuatu yang dapat menyebabkan permasalahan, harus membangun metode dan tehnik untuk mengendalikan insiden yang trerjadi pada TI dan untuk mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi. adalah beberapa tahap-tahapan penting

- Identifikasi dan Klasifikasi resikonya
- penilaian resiko
- strategi penanggulangannya
- mengimplementasikannya
- pendekatan
- pengawasan berkala

          Management of Risk atau bisa disingkat dengan M_o_R adalah metodologi standar yang dapat digunakan untuk manajemen resiko TI serta menilai resiko di organisasi. dari prinsip yang didapatnya, prinsip-prinsip yang dibutuhkna untuk mendefinisikasikan dan persetujuan dalam dokumen berikut:

a. Kebijakan Manajemen
b. Panduan proses
c. Perencanaan
d. Registrasi resiko
e. Permasalahan log

          Proses-proses yang dialami oleh M_o_R ini adalah
a. Identifikasi - Ancaman dan peluang dalam aktivitas yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam     mencapai tujuan
b. Menilai -  Pemahaman net effect dari identifikasi ancaman dan peluang aktivitas yang dilakukan
c. Merencanakan - Mempersiapkan tanggapan manajemen secara spesifik yang dapat mengurangi         ancaman dan memaksimalkan peluang.
d. Implementasi - Penerapan rencana manajemen resiko, mengawasi efektivitas dan mengambil             langkah yang diperlukan dalam menanggulangi ekspektasi yang idak sesuai

          Menurut pendapat saya, ini mirip sekali dengan SPK (Sistem Penunjang Keputusan) dan digabung dengan Ahli Pakar yang menganalisirkan masalah yang dihadapinya, dan dengan pengetahuan yang sudah diberikan, dan dengan kemampuan yang sudah diberikan. dengan masalah yang operasional mungkin masih bisa menggunakan SPK ini untuk menyelesaikan masalah yang memang muncul di hidup sehari" kita. kecuali masalah yang muncul di tingkat eksekutif yang jarang memakai alat untuk membantu, mereka lebih memilih untuk berunding, semenjak mereka yang paling mempengaruhi diantara yang lain. tetapi eksekutif bisa ikut campur dengan yang lainnya. tapi jalan yang paling gampang untuk ditempuh adalah berunding dengan catatan tidak tahu seperti apa yang akan terjadi. tidak seperti alat yang mampu meramal apa yang akan terjadi. diantara resiko yang ada, resiko Komunikasi antara departemen TI dan departemen lainnya ada lah priority 1 dengan tingkat resiko "sangat tinggi". keberhasilan dari proses ini tentunya harus didukung oleh pihak agar tujuan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik.
          

Thursday, April 6, 2017

Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan Sistem Informasi

Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi

     Manajemen Layanan Sistem Informasi, atau yang bisa disingkat dengan ITSM (Information Technology Service Management) adalah suatu metode pengelolaan sistem Teknologi Informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada tekhnologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.

     ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses. Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

     ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecturearsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

     Terkadang, ITSM sering kali di kaitkan dengan ERP pada TI, walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya pada aktivitas utama TI lainnya.

Kerangka Kerja Pada Manajemen Layanan Sistem Informasi

     Contoh kerangka kerja dari Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah sistem pengelolaan data karyawan dan penggajian pada sebuah perusahaan manufaktur, atau biasa disebut Human Resources Information System (HRIS). Software HRIS tersebut biasanya melakukan proses penyimpanan database karyawan dalam sebuah perusahaan. Dari mulai karyawan tersebut di-hire sebagai karyawan sampai dengan karyawan tersebut resign. Manajemen Layanan Sistem Informasi pada HRIS terletak pada proses penginputan data oleh Admin dan juga transaksi-transaksi yang dilakukan secara online oleh karyawan itu sendiri.
     Proses Penginputan data oleh Admin biasanya berupa data personal karyawan, gaji, serta data lainnya sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan. Transaksi-transaksi yang dilakukan oleh karyawan biasanya berupa permohonan cuti, overtime, atau yang berhubungan dengan Finance, seperti claim medical reimbursementexpenses, dan lain sebagainya.
     Proses otomatisasi tersebut dapat mengurangi kemungkinan human error juga mempercepat proses dengan mengurangi risiko tercecernya dokumen pendukung.
Contoh Layanan-Layanan yang ada di Universitas Gunadarma
contoh lain jenis Layanan Sistem Informasi: BAAK GunadarmaStudentSite

     Menurut saya, yang dinamakan dengan Layanan, harus bisa membuat pelanggan/pengguna puas, dan mudah diakses. ketika kita melihat gambar diatas, bahwa mereka saling berhubungan satu dengan yang lainnya, kita bisa sebut itu sebuah Sistem. Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.  ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses. tentunya harus memiliki minat yang sama. jika tidak, maka ITSM tidak akan berjalan dengan lancar, semenjak mereka memiliki minat yang berbeda-beda. 

     ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi, masalah Operasional yang dimaksud adalah masalah-masalah yang bisa kita temukan sehari-hari. seperti contohnya: menghitung jumlah optimal per unit per pesanan. Contoh yang digunakan adalah PT Unilever dan P&G. Informasi dalam kasus ini adalah jumlah permintaan tahunan, biaya pesananm dan biaya penyimpanan per unit per tahun. contoh kasus yang lain yang bisa kita anggap sebagai Masalah operasional, pemilihan lokasi yang dilakukan oleh Alfamart yang merupakan salah satu dari minimarket di Indonesia. Perusahaan tersebut telah memperluas operasinya hampir diseluruh Indonesia kecuali Kalimantan. Wilayah yang dipilih sebagai bahan perbandingan lokasi Distribution Center yang cocok antara lain wilayah Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin. Dengan memberikan faktor-faktor bagi setiap pemilihan lokasi distribution center yang baru, maka akan ditentukan lokasi manakah yang cocok untuk dibuka cabang baru. 

     intinya bahwa masalah operasional tidaklah masalah yang memungkinkan Sistem Informasi Management Eksekutif untuk turun. SIM Eksekutif ditujukan kepada pimpinan atas, seperti direktur, wakil direktur, dan orang-orang berkuasa lainnya yang berada didalam perusahaan tersebut. Bisa saja SIM Eksekutif ikut campur ke bidang yang lain, tetapi tidak bisa dilakukan sebaliknya. Seperti contohnya bidang SDM tidak bisa ikut campur ke dalam SIM Eksekutif, tetapi SIM eksekutif bisa ikut campur ke bidang SDM tersebut.

     sekian review dari saya, memang tidak banyak, tapi apa pun yang terlalu banyak tidak bagus juga.

Terima Kasih.