Manajemen Layanan Sistem Informasi
Kemajuan Tekhnologi Informasi dan komunikasi (TIK) dan meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global sudah mengubah cara hidup para organisasi, Institusi, bisnis, industri maupun Pemerintahan. Dengan TIK, manusia menjadi semakin bergantung padanya dan menyadari betapa pentingnya TIK. begitupula pemakaian TIK di dalam pemerintahan. Bagaimana Pemerintahan menyediakan layanan yang begitu mudah, sederhana, effisien dengan menggunakan TI; dengan itu, harus di tata dan di kelola agar pelayanan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga masyarakat dan pengguna dapat terlayani dengan maksimal dan dapat menyelesaikan dan mencapai tujuan masing-masing. dengan bergantungnya manusia dengan TI, Manajemen Resiko TI perlu dilakukan untuk menghindari, dan menanggulangi semua resiko-resiko yang dapat mengganggu kelangsungan Layanan TI, menyusun Strategi cara untuk menghadapi dan solusi yang paling tepat untuk masalah tertentu, agar bisa meningkatkan dan memperbaiki proses layanan TI.
Menurut Permenkominfo pada tahun 2007, mereka mengatakan bahwa "Penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan publik memerlukan tata kelola yang baik". mengapa harus menerapkan tata kelola? agar menjamin layanan yang di berikan adalah transparansi, effisien, danefektif penyelenggaraannya. namun pelayanan publik tidak dapat terhindar dari adanya gangguan/halangan yang disebabkan oleh banyak macam, seperti oleh Alam ataupun manusia. banyak gangguan/kerusakan yang disebabkan, seperti contohnya terjadinya Gempa Bumi, bom, kebakaran, banjir, power failure, kesalahan teknis, kelalaian manusia, demo buruh, huru-hara dan lain sebagainnya.
Tentu Bencana ini akan merusak, menghambat kerja Teknologi yang ada. namun dibalik semua itu, tidak hanya Teknologinya saja yang terancam. seperti menggangu aktivitas daily (Operational), resiko turunnya kepercayaan oleh customer/pengguna, resiko untuk memiliki reputasi yang jelek. maka dari itu, perlu dilakukan pengolahan dan rencana agar resiko-resiko ini akan memiliki threat/ancaman yang tidak terlalu tinggi karena kita sudah tahu dengan resiko yang dihadapinya, apa itu Resiko? Resiko merupakan fungsi kemungkinan sumber ancaman mengeksploitasi kerentanan potensial, yang tentunya dapat menghasilkan dampak Negatif. Menurut Spremic pada tahun 2008, resiko yang terjad dapat memberikan dampak negatif pada aset TI, layanan-layanannya, proses bisnis dan organisasi secara keseluruhan. maka dari itu, resiko ini harus di kelola dengan baik. kita bisa menggunakan rencana yang sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapinya. untuk meminimalisir resiko ini, harusnya setiap pemerintah pusat atau pemerintah daerah bisa menyusun langkah-langkah untuk dapat menjamin kelangsungan layanan dalam menggunakan layanan TI.
ITIL, atau panjangnya adalah Information Technology Infrastruktur Library, dari namanya sudah kita ketahui, Library untuk menampung Infrastruktur Teknologi Informasi. yang artinya Kerangka Kerja Manajemen layanan TI dapat digunakan sebagai panduan untuk menyusun langkah-langkah operasional ini. dengan adanya ITIL, diharapkan resiko-resiko yang dihadapi dapat di minimalisirkan dan mengurangi resiko dan mengganggu keberlangsungan layanan TI.
Menurut Spremic, untuk keberhasilan dalam menjaga segala sesuatu yang dapat menyebabkan permasalahan, harus membangun metode dan tehnik untuk mengendalikan insiden yang trerjadi pada TI dan untuk mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi. adalah beberapa tahap-tahapan penting
- Identifikasi dan Klasifikasi resikonya
- penilaian resiko
- strategi penanggulangannya
- mengimplementasikannya
- pendekatan
- pengawasan berkala
Management of Risk atau bisa disingkat dengan M_o_R adalah metodologi standar yang dapat digunakan untuk manajemen resiko TI serta menilai resiko di organisasi. dari prinsip yang didapatnya, prinsip-prinsip yang dibutuhkna untuk mendefinisikasikan dan persetujuan dalam dokumen berikut:
a. Kebijakan Manajemen
b. Panduan proses
c. Perencanaan
d. Registrasi resiko
e. Permasalahan log
Proses-proses yang dialami oleh M_o_R ini adalah
a. Identifikasi - Ancaman dan peluang dalam aktivitas yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam mencapai tujuan
b. Menilai - Pemahaman net effect dari identifikasi ancaman dan peluang aktivitas yang dilakukan
c. Merencanakan - Mempersiapkan tanggapan manajemen secara spesifik yang dapat mengurangi ancaman dan memaksimalkan peluang.
d. Implementasi - Penerapan rencana manajemen resiko, mengawasi efektivitas dan mengambil langkah yang diperlukan dalam menanggulangi ekspektasi yang idak sesuai
Menurut pendapat saya, ini mirip sekali dengan SPK (Sistem Penunjang Keputusan) dan digabung dengan Ahli Pakar yang menganalisirkan masalah yang dihadapinya, dan dengan pengetahuan yang sudah diberikan, dan dengan kemampuan yang sudah diberikan. dengan masalah yang operasional mungkin masih bisa menggunakan SPK ini untuk menyelesaikan masalah yang memang muncul di hidup sehari" kita. kecuali masalah yang muncul di tingkat eksekutif yang jarang memakai alat untuk membantu, mereka lebih memilih untuk berunding, semenjak mereka yang paling mempengaruhi diantara yang lain. tetapi eksekutif bisa ikut campur dengan yang lainnya. tapi jalan yang paling gampang untuk ditempuh adalah berunding dengan catatan tidak tahu seperti apa yang akan terjadi. tidak seperti alat yang mampu meramal apa yang akan terjadi. diantara resiko yang ada, resiko Komunikasi antara departemen TI dan departemen lainnya ada lah priority 1 dengan tingkat resiko "sangat tinggi". keberhasilan dari proses ini tentunya harus didukung oleh pihak agar tujuan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik.
No comments:
Post a Comment